BRMP Sulut Hadiri "Gerakan Tanam Padi Bersama" Yang Digagas BWS Sulawesi I
Bolaang Mongondow — Plt. Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara Dr. Ir. Agussalim, MP, bersama Kepala Tim Program dan Evaluasi Sudarti, S.P., M.Si, dan staf menghadiri kegiatan “Gerakan Tanam Padi Bersama.” Gerakan tanam tersebut diinisiasi oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I dan dilaksanakan di Desa Solog Kecamatan Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow.
Kegiatan ini dihadiri pula oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain Kepala SNVT PJPA Sulawesi I, Kepala Dinas PU Kabupaten Bolaang Mongondow, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bolaang Mongondow, Dandim 1303 Bolaang Mongondow, Camat Lolak, Kepala Desa Solog, serta masyarakat penerima manfaat dari 26 desa di Kecamatan Lolak.
Dalam sambutannya, Sugeng Harianto, Kepala BWS Sulawesi I, memaparkan bahwa pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Desa Solog telah menunjukkan hasil signifikan. JIAT kini menghasilkan areal sawah produktif seluas 15 ha.
JIAT didukung saluran pipa sepanjang kurang lebih 3.000 m. Tahun ini dilakukan penambahan pipa sepanjang 300 m untuk memperluas cakupan irigasi. Infrastruktur ini diharapkan mampu menambah Luas Tambah Tanam (LTT) serta meningkatkan produksi beras daerah.
Plt. BRMP Sulawesi Utara Dr. Ir. Agussalim, MP, menyampaikan bahwa pembangunan JIAT Solog merupakan langkah penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Bolaang Mongondow, khususnya di Kecamatan Lolak.
“Pembangunan irigasi ini kami harapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas petani di Bolaang Mongondow, terutama di Wilayah Lolak. Ini merupakan dukungan nyata bagi penguatan ketahanan pangan,” ujarnya.
Dr. Agussalim juga menambahkan bahwa capaian JIAT ini semakin memperkuat posisi Kabupaten Bolaang Mongondow sebagai lumbung padi nomor wahid di Sulawesi Utara. Dan merupakan sebuah prestasi yang harus dijaga melalui kolaborasi lintas lembaga dan penguatan infrastruktur pertanian.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antar lembaga, melibatkan BRMP Sulawesi Utara, BWS Sulawesi I, serta pemerintah daerah, memiliki peran penting dalam mewujudkan Asta Cita, khususnya pada poin peningkatan ketahanan pangan melalui pembangunan pertanian dan infrastruktur pendukung.